Isu Politik di Balik Penangguhan Uji Coba Vaksin COVID-19 China Sinovac di Brasil?

Regulator kesehatan Brasil sudah umumkan jika eksperimen vaksin Virus Corona COVID-19 dari China bisa diteruskan.

Anvisa membatalkan eksperimen vaksin Brasil 2 hari lalu, dengan fakta “kejadian bikin rugi yang kronis” – disampaikan selaku kematian seorang relawan.

Mencuplik situs BBC, Kamis (12/11/2020), kepala instansi yang lakukan eksperimen menjelaskan kematian itu tidak ada hubungan dengan vaksin.

Dalam satu pengakuan di hari Rabu, Anvisa menjelaskan mereka saat ini mempunyai “info yang cukup buat memungkinkannya vaksinasi diteruskan”.

“Penting untuk mengonfirmasi jika penundaan tidak selamanya bermakna jika produk yang lagi diselidik tidak tawarkan kualitas, keamanan atau kemanjuran,” ucapnya.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro awalnya mengatakan penundaan itu selaku “kemenangan”. Ia sudah lama mengomentari vaksin itu sebab hubungan dengan China serta menjelaskan jika vaksin itu tidak dibeli oleh negaranya. Ia terjebak dalam pertempuran politik dengan gubernur São Paulo, João Doria, yang secara terbuka memberikan dukungan eksperimen itu.

Sampai sekarang, Bolsonaro belum memberi komentar informasi Anvisa mengenai eksperimen vaksin yang bisa diteruskan.

Di hari Senin, Anvisa menjelaskan sudah “memilih untuk hentikan tes medis vaksin CoronaVac sesudah kejadian bikin rugi yang serius”. Tetapi, faksinya tidak mengutarakan apa yang terjadi, atau di mana itu berlangsung.

Dimas Covas, kepala institut Butantan yang lakukan eksperimen, menjelaskan ke medium lokal jika penundaan persidangan berkaitan dengan kematian, tapi bersikukuh jika kematian itu tidak berkaitan dengan vaksin. Pengakuan ini disokong oleh Jean Gorinchteyn, sekretaris kesehatan untuk negara sisi São Paulo, yang menjelaskan pada pertemuan jurnalis jika kematian ialah “kejadian external” yang tidak berkaitan dengan vaksin.

Covas menjelaskan jika tidak ada reaksi yang bikin rugi pada vaksin itu, serta jika keputusan untuk membatalkan persidangan sudah mengakibatkan “amarah”.

Laporan medium menjelaskan polisi sedang menyelidik kematian itu selaku bunuh diri.

Dalam pengakuannya yang memungkinkannya diawalinya kembali lagi persidangan di hari Rabu, Anvisa menjelaskan saat ini faksinya mempunyai perincian selanjutnya mengenai karakter “kejadian bikin rugi” itu.

Disebutkan jika ketetapannya untuk membatalkan persidangan “menimbang data yang dijumpai tubuh itu pada waktu itu”.

Interval dalam tes medis bukan hal yang aneh. Di bulan September, Inggris sempat hentikan eksperimen untuk vaksin COVID-19 yang lain sesudah seorang peserta diperhitungkan alami reaksi bikin rugi.

Staff Spesial Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan, vaksin corona (Covid-19) dari Sinovac Biotech, China, telah datang di Indonesia. Sekarang ini, vaksin itu sedang jalani proses tes medis step 3 di Bio Farma.

error: Content is protected !!